Jumat, 09 Januari 2015

Plasmodium dan Penyakit Malaria





PLASMODIUM




Penyakit malaria dilaporkan sejak tahun 1753 sedangkan, plasmodium penyebab malaria ditemukan oleh Laveran pada tahun 1880. Morfologi plasmodium dipelajari sejak tahun 1883 dengan menggunakan metilen biru untuk mewarnai parasit ini tahun 1885.




Golgi menjelaskan daur hidup plasmodium ,yaitu siklus skizogoni eritrositik disebut sebagai siklus biologi ,siklus parasit dalam tubuh nyamuk dipelajari oleh Ross dan Bignami tahun 1989 .tahun 1900 patrick Manson membuktikan bahwa nyamuk adalah vector penular penyakit malaria .




 

Sebaran Geografis




Penyakit malaria dilaporkan secara luas , yang terletak antara  dan  lintang utara ,terutama dari Negara tropis yang merupakan daerah endemis malaria.sebaran plasmodium ovale terbatas diAfrika timur , Afrika Barat ,Filipina,Dan Irian jaya.




 

Daur Hidup




Didalam tubuh manusia dan nyamuk Anopheles berlangsung daur hidup plasmodium.Manusia merupakan hospes perantara ,daur hidupnya secara aseksual .didalam tubuh nyamuk berlangsung daur hidup seksual .




Daur hidup aseksual terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap skizogon preeritrositik,tahap skizogoni eksoeritrositik,tahap skizogoni eritrositik dan tahap gametogoni.dalam sel-sel hati berlangsung tahap skizogoni preeritrositik dan skizogoni eksoeritrositik.dalam sel-sel eritrosit berlangsung tahap skizogoni eritrositik dan tahap gametogoni.




Skizogoni preeritrositik




Pada plasmodium vivax tahap skizogoni preeritrositik berlangsung selama 8 hari. Pada plasmodium falciparum berlangsung selama 6 hari .Plasmodium ovale berlangsung selama 9 hari tahap skizogoni preeritrositik pada plasmodium malariae sukar ditentukan,




Dalam jaringan hati siklus preeritrositik pada plasmodium falciparum berlangsung satu kali ,pada spesies lainnya berlangsung berualang kali




Skizogoni Eksoeritrositik.




Skizogoni eksoeritrositik adalah sumber pembentukan stadium aseksual parasit yang menjadi penyebab terjadinya kekambuhan (pada malaria vivax,malaria ovale,malaria malariae).




Skizogoni eritrositik




Siklus ini terjadi didalam sel darah merah (eritrosit) berlangsung selama 48 jam pada plasmodium vivax ,plasmodium falciparum,dan plasmodium ovale .




Pada plasmodium malariae berlangsung setiap 72 jam .tahap skizogoni eritrositik akan terjadi bentuk trofozoit , skizon,dan merozoit . mulai dijumpai 12 hari sesudah terinfeksi pada plasmodium vivax dan 9 hari sesudah terinfeksi plasmodium falciparum .




Meningkatnya jumlah parasit malaria mengakibatkan sel eritrosit yang menyebabkan terjadinya demam yang khan pada gejala klinis malaria (overt malaria).




Tahap Gametogoni




Tahap gametogoni ini berlangsung selama 96 jam dan hanya gametosit yang sudah matang dapat ditemukan didalam darah tepi.Nyamuk Anopheles adalah hospes definitive plasmodium karena di dalam nyamuk berlangsung daur hidup seksual atau siklus sporogoni .untuk dapat menginfeksi seekor nyamuk Anopheles sedikitnya dibutuhkan 12 parasit gametosit plasmodium per militer darah.




Didalam tubuh seekor nyamuk Anopheles betina dapat hidup lebih dari satu spesie plasmodium sehinga dapat menyebabkan terjadinya infeksi campuran.




Morfologi Plasmodium plasmodium didapatkan dalam bentuk skizon preeritrositik yang berbeda ukuran dan jumlah merozoit yang ada didalamnya .plasmodium malariae tidak mempunyai bentuk skizon preeritrositik




Spesies plasmodium didalam sel darah merah dapat dibedakan morfologi dan bentuk –bentuknya yaitu bentuk trofozoit,skizon dan bentuk gamatosit.




Trofozoit




Plasmodium mempunyai trofozoit yang berbeda antar stadium yang masih baru terbentuk (trofozoitm muda,early trophozoite)dan pada stadium yang lanjut(trofozoitlanjut,late trophozoite).




Trofozoit muda plasmodium vivax mula mula berbentuk cincin yang mengandung bintik-bintik basofil kemudian berkembang menjadi trofozoit yang berbentuk amuboid yang mengandung bintik-bintik Schuffner Trofozoit lanjut ,sering ditemukan lebih dari satu parasit didalam satu sel eritrosit.




Plasmidium Falciparum mempunyai trofozoit muda yang berbentuk cincin yang mempunyai inti dan tampak sebagian dari sitoplasma parasit berada dibagian tepi dari eritrosit .trofozoit lanjut pada spesies ini mengandung bintik- bintik Maurer




Trofozoit plasmodium ovale mirip bentuknya dengan trofozoit plasmodium vivax taitu adanya bintik Schhuffner dan pigmen





skizon




Bentuk skizon setiap spesie plasmodium mempunyai mempunyai perbedaan ukuran baik jumlah ataupun susunan merozoitnya




Plasmodium vivax mempunyai skizon berukuran antar 9-10 mikron yang mengisi penuh eritrosit yang tampak membesar ukurannya dengan susunan merozoit yang tampak tidak diatur.




Skizon plasmodium falciparum berukuran sekitar 5 mikron mengandung mirozoit yang tidak teratur susunannya dengan eritrosit yang terinfeksi plasmodium ini tidak membesar ukrannya




Plasmodium malariae skizon berukuran sekitar 7 mikron bentuknya teratur dan mengisi penuh eritrosit yang terinfeksi,skizon mempunyai merozoit berjumlah 8 buah yang tersusun seperti bunga mawar




Skizon plasmodium ovale berukuran 6 mikron mengisi tigaperempat bagian dari eritrosit yang terinfeksi yang agak membesar ukrannya .terdapat 8 buah merozoit yang susunannya tidak teratur




Gametosit




Plasmodium vivax mempunyai bentuk gametosit yang lonjong atau bulat dengan eritrosit yang membesar ukurannya dan mengandung bintik bintik Schuffner




Gametosit plasmodium falciparum mempunyai bentuk khas seperti pisang ,dengan ukuran panjang gametosit lebih besar dari ukuran diameter eritrosit




Plasmodium malariae mempunyai gametosit yang berbentuk bulat atau lonjong dengan eritrosit yang tidak membesar




Gametosit plasmodium ovale lonjong bentuknya eritrosit yang terinfeksi parasit ini berukuran normal,agak membesar atau sama besar dengan ukuran gametosit,terdapat bintik Schuffner pada eritrosit yang terinfeksi